Black Skin, White Masks: Frantz Fanon

 


Black Skin, White Masks karya Frantz Fanon merupakan kajian kritis yang membahas pengalaman psikologis dan kultural manusia kulit hitam dalam masyarakat kolonial dan pascakolonial yang didominasi oleh nilai-nilai kulit putih. Melalui pendekatan psikoanalisis, filsafat, dan kritik sosial, Fanon menunjukkan bagaimana kolonialisme tidak hanya bekerja melalui penindasan fisik dan ekonomi, tetapi juga meresap ke dalam kesadaran subjek terjajah, membentuk rasa inferioritas, keterasingan, dan keinginan untuk meniru identitas penjajah. Bahasa, menurut Fanon, menjadi salah satu medan utama kolonialisasi, karena penguasaan bahasa penjajah sering kali dipersepsikan sebagai jalan menuju pengakuan sosial dan kemanusiaan. Buku ini dengan tajam mengungkap bagaimana relasi rasial menciptakan “topeng” identitas yang dipakai orang kulit hitam untuk bertahan hidup dalam struktur sosial yang timpang, sekaligus menjadi fondasi penting bagi kajian poskolonial, studi ras, dan kritik terhadap warisan kolonialisme dalam kehidupan modern.

Buku yang relevan dengan pengalaman kita sebagai bangsa yang terjajah. Kita pernah mengalami fase ketika identitas, emosi, dan ukuran-ukuran kemanusiaan kita dikonstruksikan dan didefinisikan secara sepihak oleh kaum penjajah. Fase yang membentuk sekelumit "kedirian" kita hari ini sebagai subjek yang kerap merasa inferior, terasing dan bermental meniru (mimikri).

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال