Oleh: Dhika Puspitasari
Dosen Linguistik Universitas PGRI Madiun
Jejak kebahasaan Indonesia sering berkelindan erat dengan jejak petualangan negeri-negeri jauh yang pernah menjejakkan kaki di tanah Nusantara. Portugis (Portugal) menjadi salah satu negeri jauh tersebut. Merujuk pada hal tersebut proses akulturasi kadang terjadi dalam momen pemahaman yang salah-kaprah. Sebagai contoh, ketika prajurit Portugis memberi tanda silang salib di wajahnya dan berdoa dengan menyebut nama Maria bunda Isa al-Masih sebelum menembakkan senjata “kanon”, seketika itu juga orang melayu menyalahpahami senjata tersebut bernama “Mariam (Meriam)”.
Salah-kaprah juga terjadi ketika salah satu nama hari sebelum kedatangan Portugis disebut “Ahad”. Orang Portugis beribadah pada hari Ahad, maka dari itu disebut sebagai Domingo, “hari untuk Tuhan”. Sejak itu bahasa Indonesia memasukkan kata Minggu yang berasal dari Domingo sebagai padanan hari Ahad.
Contoh lain, tempat ibadah orang Portugis disebut igreja. Dari sini bahasa Indonesia memiliki kata Gereja. Rumah-rumah orang Portugis di Nusantara berada di sekitar igreja (Gereja), maka mereka menyebut permukin di luar wilayah permukimannya dengan kata campo yang berarti “padang”. Dari kata campo ini bahasa Indonesia memiliki istilah “kampung”. Selain itu, untuk mengatur aktivitas orang-orang kampung, mereka memasang plakat atau lembar pengumuman. Lembar pengumuman itu disebut cartaz dalam bahasa Portugis. Bahasa Indonesia mengambilnya menjadi "kertas".
Masih banyak lagi kata-kata dalam bahasa Indonesia yang berasal atau berakar dari bahasa Portugis. Dalam Kamus Bahasa Modern Bahasa Indonesia karya Sutan Mohammad Zain tercatat kata-kata seperti: beranda (veranda), meja (meza), cerutu (cheruto), Natal, paska (pascoa), peluru (pelor), garpu (garfo), teledor, lemari, boneka, gardu, lancang, longgar, lelang, lentera, martil, mentega, nyonya, pita, dan ronda, berasal dari bahasa Portugis.
Dan sebagai contoh terakhir, secara historis nama Riau, salah satu provinsi di Indonesia, menurut beberapa catatan sejarah berasal dari bahasa Portugis, “Rio” yang berarti sungai. “Rio” seperti nama salah satu kota di Brazil, Rio de Janiero, yang juga berasal dari bahasa Portugis. Namun, menurut catatan, Belanda-lah yang mengejanya menjadi “Riouw”. Dari sini kita paham, jejak negeri-negeri penjelajah abadi dalam budaya dan bahasa tanah yang pernah diinjaknya.
Referensi:
Alif Danya Mnsyi, 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing, Jakarta: KPG, 2003.
Editor: R. Agnibayaa
Tags
Bahasa
